Wednesday, February 5, 2014

Banyuwangi Festival Digelar Sebulan Penuh



Jumpa pers Banyuwangi Festival di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Jakarta (Paradiso) €"Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menggelar pesta besar-besaran. Pagelaran tari-tarian, musik jazz, hingga balap sepeda akan berlangsung selama satu bulan. Festival ini pun menjadi acara seru bagi wisatawan untuk mengisi liburan akhir pekan ini hingga pertengahan bulan depan.

Acara Banyuwangi Festival itu bagus-bagus sekali, dengan festival maka akan lebih mengenalkan suatu destinasi, kata Wamenparekraf, Sapta Nirwandar dalam jumpa pers Banyuwangi Festival di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (14/11/2012).

Banyuwangi Festival akan berlangsung dari tanggal 15 November hingga 22 Desember 2012. Dalam satu bulan acara ini akan dimeriahkan dengan Festival Anak Yatim, Parade Gandrung Sewu, Banyuwangi Jazz Festival, Banyuwangi Etno Carnival (BEC), Pagelaran Wayang Kulit, International Power Cross Championship, International Banyuwangi Tour de Ijen, Konser Band Ungu, dan Festival Kuwung.

“Ini adalah festival yang kedua. Di sini akan ditampilkan banyak atraksi budaya seperti Banyuwangi Ethno Carnival, wayang kulit, sampai balap sepeda Tour de Ijen,€ kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas pada kesempatan berbeda.

Abdullah menambahkan, wisatawan dapat melihat parade fashion yang kental dengan nuansa etnik di Banyuwangi Etno Carnival. Serta melihat budaya asli Banyuwangi di Festival Kuwung.

Festival ini pun juga mengenalkan pesona alam Banyuwangi, salah satunya adalah dengan balap sepeda Tour de Ijen. Nantinya para pebalap dan wisatawan dapat menikmati pesona Kawah Ijen dan perkebunan-perkebunan di sana. “Ini festival yang colourful, ada wayang sampai musik jazz yang bisa dinikmati wisatawan,” ujar Sapta Nirwandar.

Hadirkan Banyuwangi Ethno Carnival



Dalam kegiatan Banyuwangi Festival kali ini juga menampilkan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) pada 18 November , merupakan event budaya berupa parade berskala internasional yang kedua dalam kemeriahan Banyuwangi Festival 2012. Inilah parade fashion yang kental dengan nuansa etnik ini mengambil tema Re-Barong Osing yang didominasi warna merah, hijau dan kuning.

BEC sengaja digelar untuk menjembatani antara modernitas dengan seni budaya tradisional khas Banyuwangi agar lebih memiliki nilai jual dalam pengembangan pariwisata, seni dan budaya. Selain itu, event ini juga dimaksudkan sebagai wadah kreatifitas untuk menuangkan gagasan unik, dan wahana untuk mengapresiasi nilai budaya lokal sekaligus sarana promosi Banyuwangi ke dunia luar.

Dijadwalkan, 200 orang peserta akan turun langsung dalam event ini, yaitu 150 orang membawakan tema Re-Barong Using, dan 50 orang peserta BEC tahun 2011 lalu. Start dari Jl Veteran (Taman Blambangan) â€" Jl Diponegoro â€" Jl Dr Sutomo- Jl A Yani dan finish di Kantor Bupati Banyuwangi pada pukul 12.30, BEC diawali dengan parade opening defile.

Tak pernah tidak, Pergelaran Wayang Kulit menjadi acara yang selalu digelar dalam setiap Harjaba. Kali ini bersama dalang mbeling Ki Enthus Susmono, 22 November, di Alun-Alun Kecamatan Genteng dengan lakon Pendowo Syukur. Terkenal dengan sabetannya yang khas, Ki Enthus akan membawa penonton Banyuwangi menjelajahi kejayaan masa lalu dalam balutan fragmen heroik yang penuh nilai.

Selanjutnya, International Power Cross Champhionship juga menjadi pilihan agenda yang tak akan ditinggalkan oleh penggila motor cross. Sebuah kejuaraan motor cross yang memiliki standar Internasional dengan menghadirkan crosser-crosser asing yang sengaja diundang untuk ikut bertanding secara sportif bersama crosser Indonesia. Event pada 1 â€" 2 Desember 2012 itu dilangsungkan di Stadion Diponegoro.



Lalu Banyuwangi Tour de Ijen (BTdI), yaitu lomba balap sepeda berskala internasional menempuh jarak sekira 340 kilometer. BTdI akan dilaksanakan pada tanggal 7-9 Desember 2012 dan akan diikuti sekira 115 atlet dari 16 negara. BTDI yang telah resmi terdaftar dalam agenda rutin (calender of event) badan balap sepeda dunia Union Cycliste Internationale di Prancis itu merupakan event internasional pertama yang diselenggarakan oleh Pemkab Banyuwangi.

Bahkan Banyuwangi, merupakan kabupaten pertama yang menggelar event internasional ini. Bersama Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) yang berafiliasi pada badan dunia Union Cycliste Internationale /International Cycling Union) kegiatan ini, juga mampu berperan sebagai jendela dunia dan spot center perhatian dunia.

Dan sebagai puncak seluruh rangkaian, warga Banyuwangi akan menghadiri Malam Resepsi Harjaba ke-241 yang dipusatkan di Alun-Alun Blambangan, pada 22 Desember 2012 pukul 19.00. Inilah puncak tumpah ruah kegembiraan masyarakat Banyuwangi yang selama hampir sebulan disuguhi pesta rakyat dengan berbagai pesonanya. (*)

No comments:

Post a Comment