Wednesday, October 2, 2013

Menikmati Kuliner Serba Madu di Panti Kartini

Menikmati Kuliner Serba Madu di Panti Kartini
TEMPO.CO, Pati--Madu lebah ternyata tidak terbatas kegunaannya untuk obat. Selain bisa dikembangkan untuk menjaga stamina, madu juga bisa memenuhi kebutuhan menu kuliner.
Unit Pelaksana Pengembangan Perlebahan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah wilayah Pati, mengembangkannya dengan berbagai varian. Misalnya, di rumah kuliner madu Wanajava yang berada di sudut Taman Rekreasi Panti Kartini Rembang, menyuguhkan menu serba madu: ayam bakar madu, urap teri madu dan kepiting saus madu.

"Kami memadukan produk madu dengan berbagai makanan dan minuman yang jarang ditemui di tempat lain," kata, Marsudi, Asisten Manajer Unit Pelaksana Pengembangan Perlebahan Regaloh, Perhutani Unit I Jawa Tengah Wilayah Pati, Senin 1 Oktober 2013.

Untuk kuliner ayam bakar madu, misalnya, pertama ayam dibersihkan dulu. Lalu dibuatkan bumbu terdiri bawang merah, bawang putih, cabe merah dan kemiri. Semua bumbu dihaluskan, lalu ditomis. Lalu ayam direbus bersama bumbu tersebut dengan ditambah kecap dan air secukupnya hingga matang. Setelah itu, ayam dibakar dengan diolesi madu.

Sedangkan urap teri madu, pertama teri digoreng dengan madu hingga kering. Lalu, pilihlah sayur mayor yang segar dipotong- potong dan direbus hingga matang. Buat bumbu urapnya, yakni terdiri Lombok, terasi, bawang putih, jeruk wangi dan kencur ditumbuk halus dan setelah itu siapkan parutan kelapa muda. Sayur yang sudah matang, diurap dengan bumbu dan disuguhkan dalam piring disertai teri madu.

Juga, menu kepiting saus madu, yang proses memasaknya hampir sama yakni dengan tambahan madu. Harga ayam bakar madu berkisar Rp 20 ribu/porsi, teri urap Rp 7.500/porsi dan kepiting madu Rp 30.ribu- Rp 45 ribu per porsi. "Harga ini cukup terjangkau," kata Eko Prasetyanto, kepala pemasaran. Aneka minuman yang mengusung madu, juga bisa dinikmati dengan harga relative murah, mulai Rp 5.000/porsi.



Unit Pengembangan Perlebahan itu mengolah madu untuk minuman segar, yang bahan bakunya terdiri royal jelly, madu dan air, yang yang dikemas dalam botol ukuran 190 cc dan cup 250 cc dengan kemasan berlabel Wanajava. "Kami sudah mengembangkan produksi itu sejak 2010," kata Marsudi, Asisten Manajer Unit Pelaksana Pengembangan Perlebahan Regaloh. Pabrik di Regaloh itu, juga membuat kemasan madu botol kemasan 650 cc dan 250 cc.

Pabrik di Regaloh itu selain memiliki 400 kotak setup lebah, juga membina 300 kelompok petani lebah. Jika kondisi cuaca normal, mampu produksi sebanyak 8 ton per musim (Mei-Juli). "Ini tergantung cuaca, bunga raya bias maksimal," kata Marsudi. Tapi akibat anomaly cuaca, pada musim tahun ini, menurut Marsudi, produksi menurun drastic, yakni hanya 9 kuintal madu.

Setelah melalui proses produksi,hasil produk minuman segar madu maupun madunya sendiri setelah dalam kemasan, mereka pasarkan ke jaringan bisnisnya, di antaranya koperasi milik Perhutani, pemerintah daerah, apotik dan tokok- tokok. "Kami sedang merintiske jaringan supermarket," kata Marsudi. Madu yang diproduksi, meliputi madu randu, kelengkeng dan karet.
BANDELAN AMARUDIN

No comments:

Post a Comment