Friday, October 10, 2014

Berburu tiket murah demi liburan keliling Eropa

Reporter : Henny Rachma Sari

Berburu tiket murah demi liburan keliling Eropa

Garuda Travel Fair 2014. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Sebuah penelitian bertajuk Visa Affluent Study 2013 menunjukkan, orang Indonesia cenderung mengutamakan pengeluarannya untuk berlibur, dibandingkan membeli barang mewah. Dari penelitian itu, 50 persen orang Indonesia menghabiskan waktu bersama keluarga untuk berlibur. Paling sedikit sekali dalam sepekan atau bahkan lebih.

Tidak heran jika bisnis biro perjalanan wisata moncer belakangan ini. Sebab, liburan sudah menjadi satu dari sekian banyak kebutuhan orang Indonesia. Untuk memenuhi hasrat liburan, orang Indonesia rela menyisakan waktu untuk berburu dan berebut tiketmurah.

Dengan mengantongi tiket murah otomatis menghemat ongkos akomodasi untuk kemudian dialihkan buat berbelanja di daerah, kota atau bahkan negara yang jadi tujuan.

Masyarakat Indonesia termasuk yang doyan bepergian ke luar negeri. Salah satunya Iwan (43), yang sehari-hari berprofesi sebagai konsultan keuangan sebuah perusahaan di Ibu Kota.

Dia memanfaatkan pameran Garuda Indonesia Travel Fair 2014 yang digelar di Plenarry Hall, Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta Pusat untuk berburu tiket liburan ke luar negeri. Dia berencana menghabiskan waktu liburan bersama keluarga. "Saya disuruh istri ke sini," ungkap Iwan saat ditemui merdeka.com di JCC, Sabtu (13/9).

Rencananya, dia dan keluarga bakal menghabiskan waktu keliling Eropa selama dua pekan. Bagi Iwan, liburan bersama keluarga sudah menjadi kewajiban. "Memang biasanya saya ngajak keluarga jalan-jalan ke luar negeri. Minimal satu tahun sekali," paparnya.
Ayah dua anak ini berniat mencari paket perjalanan wisata keliling benua biru untuk awal tahun depan. Tentunya, kata dia, yang sesuai isi kantong. Iwan berencana memesan tiket untuk 4 orang dewasa dan 2 anak-anak.
Harga yang ditawarkan di gelaran GAFT untuk paket tur bervariasi. "Di sini macam-macam. Ada yang USD 975. Lagi nyari yang agak murah lagi," tuturnya sambil tersenyum.

Iwan punya alasan kuat rela blusukan mencari tiket murah. "Sebetulnya sih dengan atau tanpa tiket murah, pengeluaran di sana sama saja. Cuma kalau tiketnya lebih murah, kita kan jadi bisa beli lebih banyak oleh-oleh atau barang-barang dari sana yang lebih banyak gitu," ungkapnya.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Emirsyah Satar menuturkan, pameran ini untuk memberi ruang bagi para pencari tiket murah. Sebab, ada tawaran-tawaran harga khusus yang lebih murah dari harga normal.
Pihaknya menawarkan berbagai penawaran, seperti diskon tiket domestik dan internasional hingga 20 persen untuk seluruh kelas yang tersedia.

"Serta program Buy One Get One untuk kelas bisnis pada rute tertentu baik domestik maupun internasional," ujar Emir, kemarin.
"Selain itu, Garuda Indonesia juga menyiapkan program Best Deal, dimana para pengunjung akan mendapatkan berbagai penawaran menarik untuk tiket domestik dan internasional, hingga Happy Hour yang hanya berlaku pada waktu tertentu (berlaku hanya untuk rute internasional)," ucapnya.[noe]

No comments:

Post a Comment